2.1.4 Penilaian pertumbuhan fisik bayi dan balita


21.4 Penilaian pertumbuhan fisik bayi dan balita
Pertumbuhan (growthialah bertambahnya ukuran dan jumlah sel serta jaringan interseluler, berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Bersifat kuantitatif sehingga dapat diukur dengan mempergunakan satuan panjang dan berat.
            Penilaian pertumbuhan dan perkembangan anak
Penilaian tumbuh kembang anak secara medis atau secara statistik diperlukan untuk mengetahui apakah seorang anak tumbuh dan berkembang normal atau tidak. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal apabila diberikan lingkungan bio-fisiko-psikososial adekuat.
            Parameter ukuran antropometrik yang dipakai pada penilaian pertumbuhan fisik, antara lain tinggi badan, berat badan, lingkaran kepala, lingkaran dada, lipatan kulit, lingkaran lengan atas, panjang lengan (arm span), proporsi tubuh/perawakan, dan panjang tungkai. Penilaian pertumbuhan dimulai dengan memplot hasil pengukuran tinggi badan, berat badan pada kurva standar (misalnya NCHS, Lubschenko, Harvard, dan lain sebagainya), sejak dalam kandungan (intra uterin) hingga remaja.
Sedangan penilaian perkembangan anak pada fase awal umumnya dibagi menjadi 4 aspek kemampuan fungsional, yaitu motorik kasar, motorik halus dan penglihatan, berbicara, bahasa dan pendengaran serta sosial emosi dan perilaku. Salah satu alat untuk skrining yang dipakai secara internasional, yaitu DDST (Denver Developmental Screening Test) disebut sebagai Denver II dengan menggunakan pass-fail ratings pada 4 ranah perkembangan, yaitu personal-social, fine motor adaptive, language, dan gross motor untuk anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.
KMS (Kartu Menuju Sehat) merupakan alat yang penting untuk memantau tumbuh kembang anak. Aktifitasnya tidak hanya menimbang dan mengukur saja, tetapi harus menginterpretasikan tumbuh kembang anak kepada ibunya. KMS yang ada di Indonesia pada saat ini berdasarkan standar Harvard, dimana 50 persentil baku Harvard dianggap 100%. Seminar Antropometri di Ciloto 1991 merekomendasikan untuk menggunakan baku NCHS untuk menggantikan baku Harvard yang secara internasional mulai berkurang penggunaannya.
Berikut rumus untuk memperkirakan berat badan dan tinggi badan normal pada bayi dan anak:
Berat Badan (Kilogram)
Lahir
3,25
3-12 bulan
Usia (bulan) + 9 2
1-6 tahun
Usia (tahun) x 2 + 8
7-12 tahun
Usia (tahun) x 7 – 5 2
Tinggi Badan (Centimeter)
Lahir
50
1 tahun
75
2-12 tahun
Usia (tahun) x 6 + 77

Beberapa ukuran yang perlu diketahui sebagai patokan:
Berat badan (BB)
Rata-rata lahir normal                    3.000-3.500 gr
Umur 5 bulan                                     2x berat badan lahir
Umur 1 tahun                                    3x berat badan lahir
Umur 2 tahun                                    4x berat badan lahir
Kenaikan berat badan pada tahun pertama kehidupan:
-          700-1000 gram/bulan pada triwulan I
-          500-600 gram/bulan pada triwulan II
-          350-450 gram/bulan pada triwulan III
-          250-350 gram/bulan pada triwulan IV


Pada masa pra sekolah kenaikan BB rata-rata 2 kg/tahun.
Tinggi badan (TB)
Rata-rata lahir normal                    50 cm
Umur 1 tahun                                    1,5 x TB lahir
Umur 4 tahun                                    2 x TB lahir
Umur 6 tahun                                    1,5 x TB setahun
Umur 13 tahun                                  3 x TB lahir
Dewasa                                                3,5 x TB lahir (2 x TB setahun)
Sedangkan untuk perkembangan anak, banyak “milestone” perkembangan anak yang penting, tetapi di bawah ini akan disajikan beberapa “milestone” pokok yang harus kita ketahui dalam mengetahui taraf perkembangan seorang anak (yang dimaksud dengan “milestone” perkembangan adalah tingkat perkembangan yang harus dicapai anak pada umur tertentu), misalnya:
Umur
Milestone” perkembangan
4-6 minggu
Tersenyum spontan, dapat mengeluarkan suara 1-2 minggu kemudian
12-16 minggu
-          Menegakkan kepala, tengkurap sendiri -          Menoleh ke arah suara
-          Memegang benda yang ditaruh di tangannya
20 minggu
Meraih benda yang didekatkan kepadanya
26 minggu
-          Dapat memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lainnya -          Duduk, makan dengan bantuan kedua tangannya ke depan
-          Makan biskuit sendiri
9-10 bulan
-          Menunjuk dengan jari telunjuk -          Memegang benda dengan ibu jari dan telunjuk
-          Merangkak
-          Bersuara da… da…
13 bulan
-          Berjalan tanpa bantuan -          Mengucapkan kata-kata tunggal
Dengan kita mengetahui berbagai “milestone” pokok ini, maka kita dapat mengetahui apakah seorang anak perkembangannya terlambat ataukah masih dalam batas-batas normal.

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Dian Husad Ilmu Kesehatan Anak © 2012 | Designed by Tagamet for warts

Thanks to: No Deposit Casino Bonus, Spielautomaten and Bajar de peso